Ideax Digital | Google Hentikan Pelaporan Structured Data di Search Console 2025 – Transformasi digital dalam dunia bisnis dan pemasaran selalu berjalan dinamis, dan salah satu penggerak utama perubahan ini adalah Google.
Setiap tahun, Google memperkenalkan pembaruan dan aturan baru untuk meningkatkan kualitas hasil pencarian serta memberikan pengalaman terbaik kepada penggunanya. Namun, perubahan ini kerap kali menjadi tantangan bagi para praktisi SEO, web developer, serta pemilik bisnis yang sangat bergantung pada kehadiran digital.
Salah satu perubahan besar terjadi pada tahun 2025, ketika Google secara resmi mengumumkan penghapusan pelaporan untuk beberapa jenis structured data melalui Google Search Console, Rich Result Test, dan API terkait.

Source: https://developers.google.com/search/blog/2025/06/simplifying-search-results?hl=id#updates
Keputusan ini menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan praktisi digital marketing, terutama mengenai pengaruhnya terhadap strategi optimasi SEO, pengelolaan website, serta analisis performa konten.
Structured data, selama ini, telah menjadi fondasi penting dalam memahami konteks dan isi dari halaman web oleh search engine. Selain membantu meningkatkan rich results di hasil pencarian, structured data juga berperan dalam memperjelas informasi untuk Google AI dan berbagai tools generasi berikutnya yang semakin mengedepankan pemahaman semantik dan AI-friendly.
Sebagai SEO Agency Indonesia terbaik dan ternama sejak 2005 yang selalu mengikuti perkembangan algoritma Google terbaru, maka pada artikel panjang ini, Ideax Digital akan mengupas tuntas tentang Penghapusan Pelaporan Structured Data di Google Search Console di Tahun 2025.
Anda akan memahami alasan Google mengambil langkah ini, jenis structured data apa saja yang terdampak, dampak praktis bagi pengelola website serta strategi alternatif yang harus dipertimbangkan demi menjaga daya saing di hasil pencarian.
Artikel ini juga membekali Anda dengan panduan praktis agar website tetap siap dalam menghadapi perubahan algoritma Google dan AI review tools yang kian canggih.
Apa Itu Structured Data dan Mengapa Penting untuk SEO?
Sebelum membahas lebih jauh tentang penghapusan pelaporan ini, penting untuk memahami peran structured data dalam SEO modern.
Structured Data adalah format khusus menggunakan markup seperti Schema.org yang memungkinkan mesin pencari memahami informasi penting dari halaman web secara terstruktur. Structured Data membantu search engine menampilkan rich snippets seperti rating, harga, review, FAQ, event, dan lain-lain, sehingga peluang klik (CTR) menjadi meningkat.
Dengan kemunculan AI, structured data makin krusial, karena menjadi salah satu sumber data bagi machine learning untuk mendeteksi makna dan konteks suatu konten. Selain itu, structured data memudahkan Google Review AI, chatbot seperti ChatGPT, serta berbagai tools digital dalam membaca dan mengekstrak data relevan.
Jenis Structured Data yang Dihapus Pelaporannya pada 2025
Pada pertengahan 2025, Google mengumumkan rencana penghapusan pelaporan untuk tujuh jenis structured data penting, yaitu:
- Course Info
- Claim Review
- Estimated Salary
- Learning Video
- Special Announcement
- Vehicle Listing
Dukungan pelaporan untuk jenis-jenis ini dihapus dari berbagai layanan Google seperti:
- Search Console rich result reporting
- Rich Result Test
- Search appearance filters
Untuk Book Actions, Google belum memberikan keterangan spesifik akan dihapus atau tidak.
Alasan Google Menghapus Pelaporan Structured Data Di Desember 2025
Google menyatakan alasan utama penghapusan pelaporan tersebut adalah, berdasarkan data internal, jenis structured data ini tergolong jarang digunakan oleh webmaster dan tidak memberikan nilai tambah yang signifikan untuk pengguna search. Selain itu, Google ingin menyederhanakan tampilan hasil pencarian agar lebih ringkas, mudah dinavigasi, dan lebih fokus pada fitur-fitur yang betul-betul dimanfaatkan oleh pengguna secara luas.
Dari sudut pandang bisnis digital, keputusan ini menunjukkan bahwa Google kini semakin ketat menyeleksi elemen apa yang layak dan tidak layak dipelihara di ekosistem mereka, terutama terkait optimalisasi Search Experience di era AI dan mobile-first indexing.
Baca juga: Trend SEO di Tahun 2026.
Dampak Bagi Praktisi SEO dan Pemilik Website
Dengan adanya pembaruan tentang Penghapusan Pelaporan Structured Data di Google Search Console yang akan dimulai tahun 2025 ini, maka berikut adalah dampak bagi praktisi SEO dan pemilik website yang harus diketahio:
- Tidak Ada Lagi Data Pelaporan
Penghapusan ini berarti search appearance, rich result test, dan laporan performance untuk jenis structured data di atas tidak lagi dapat diakses. Praktisi SEO tidak bisa lagi memantau performa, error, atau diagnosa terkait structured data yang sudah dihapus pelaporannya. - Akan Ada Perubahan pada Search Console API dan Bulk Export
Mulai Oktober 2025, data structured data yang dihapus tidak lagi muncul dalam export bulk data, bahkan akan muncul sebagai NULL. Pada Desember 2025, Search Console API juga menghapus semua data terkait structured data yang didepresiasi tersebut. - Harus Update Workflow Monitoring
Praktisi digital marketing mesti memperbarui query reporting dan monitoring karena data yang diandalkan selama ini akan dihapus. Hal ini bisa berdampak pada proses audit teknis dan pelaporan ke klien. - Pengaruh pada AI Review Tools
AI dan chatbot seperti ChatGPT, Google Review AI, serta asisten digital lainnya mungkin akan mengurangi atau mengabaikan data structured data yang sudah tidak dipantau oleh Google. Website yang bertumpu pada jenis markup ini harus segera beradaptasi.
Apakah Structured Data Tersebut Masih Bisa Digunakan?
Penting untuk dipahami bahwa penghapusan ini hanya berlaku pada pelaporan dan pemantauan structured data; Google tidak menyatakan structured data yang terdampak menjadi errors atau penalty jika masih diterapkan di website. Namun, karena manfaat tampilan di SERP menjadi minim, penggunaan markup tersebut sebaiknya dievaluasi.
Lebih baik mulai berfokus pada jenis-jenis structured data yang masih didukung dan mendapat value tinggi di SERP saat ini, seperti FAQ, HowTo, Product, Breadcrumb, dan Review.
Strategi SEO Alternatif Yang Harus Segera Dilakukan
Kami akan berikan Strategi SEO Alternatif yang bisa Anda lakukan segera mungkin sebelum Desember 2025, karena setelah itu pembaruan penghapusan laporan structured data akan diberlakukan.
- Audit Markup Structured Data
Segera lakukan audit pada seluruh website dan identifikasi markup yang terdampak penghapusan pelaporan. Pastikan schema yang digunakan masih relevan dan mendukung tujuan SEO bisnis Anda. - Fokus pada Structured Data Prioritas
Tingkatkan implementasi schema yang masih didukung Google, terutama markup yang berhubungan dengan e-commerce, artikel, event, FAQ, dan produk. Update dokumen developer dan SOP SEO internal Anda. - Perbarui Tools & Proses Monitoring
Update semua tools analisis dan pelaporan agar tidak mengandalkan field yang sudah deprecated. Ini termasuk update script, dashboard Excel, Google Data Studio, sampai automated audit tools. - Tingkatkan Kualitas Konten dan Konteks
Optimize konten agar kaya semantik, human-centric, dan AI-friendly, sehingga Google dan asisten digital mampu mendeteksi makna tanpa terlalu bergantung pada structured data spesifik. - Simak Update Google Secara Berkala
Selalu ikuti peringatan resmi dan blog update dari Google Search Central untuk mengetahui jika ada structured data atau fitur SEO baru yang diperkenalkan di masa mendatang.
Google Hapus Pelaporan Structured Data di Google Search Console Mulai Desember 2025
Kesimpulan: Google Hapus Pelaporan Structured Data di Google Search Console mulai Desember 2025.

Perubahan algoritma dan fitur di mesin pencari memang sesuatu yang tidak bisa dihindari, terutama di bawah kepemimpinan Google yang terus mendorong inovasi dalam dunia pencarian konten.
Penghapusan pelaporan untuk beberapa jenis structured data di tahun 2025 ini seolah menjadi alarm bagi para praktisi SEO, web developer, serta pemilik bisnis online untuk selalu adaptif dan responsif terhadap perubahan.
Langkah penghapusan ini merupakan inisiatif Google dalam membangun ekosistem Search yang lebih efisien, relevan, dan berfokus pada pengalaman terbaik bagi penggunanya.
Structured data tetap sangat vital namun harus dimanfaatkan secara strategis dan mengikuti guideline terbaru dari Google. Adaptasi bukan sekadar kewajiban, melainkan upaya mempertahankan eksistensi digital secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, penting bagi seluruh pemangku kepentingan digital marketing untuk:
- Melakukan audit berkala pada seluruh structured data yang digunakan.
- Fokus pada optimalisasi markup yang masih valid dan menghasilkan rich results.
- Meningkatkan kualitas konten agar tetap kontekstual, relevan, serta AI-friendly.
Dengan mengikuti strategi di atas, website Anda tidak hanya aman menghadapi perubahan, tetapi juga tetap unggul dan menjadi pilihan utama di mata mesin pencari dan pengguna.
